Me, her, Mr. Bone, and Maxxum 7000

1 Oct
Irene & Bryan

in my room | Minolta Maxxum 7000, Minolta Lens 50mm 1.7 | Kodak ColorPlus ISO 200

Melek tengah malam ternyata menghasilkan keisengan khas kanak-kanak. Seret kamera, pasang di atas tripod, lalu nepuk-nepuk pipi istri. Minta dia segera bangun.

Berpose sambil menunggu bunyi akhir self-timer Minolta Maxxum 7000 sungguh menyenangkan dan seru. Mata ngantuk yang sama sekali nggak berjodoh dengan senyuman default. Jadi terpaksa diambil berulang-ulang. Badan jadi keringetan juga rupanya tripod-kasur-tripod-kasur lagi.

Tapi tak mengapa. Baru kali ini motret istri (dan aku juga tentunya) di atas kasur yang baru dibeli dengan keringat sendiri. Keluhan pegel-pegel tiap bangun pagi saat masih berjodoh dengan kasur kapuk, mufakat, dan bumbu rayuan sales menggiring kami untuk menjatuhkan pilihan pada Mr. Bone.

Beberapa hari kemudian aku deg-degan saat hendak cuci-cetak rol film Kodak ini. Ternyata masih kinclong kamera produksi tahun 1985 yang kini dibeli raksasa elektronik Sony. Cuma kayaknya dijatah sebulan sekali nih, soalnya istri melotot waktu tahu biaya cuci cetak film sekarang. He, he.

Advertisements

6 Responses to “Me, her, Mr. Bone, and Maxxum 7000”

  1. Yoan October 6, 2010 at 11:13 am #

    xixixixi … kalo mau, ya musti punya lab sendiri buat cuci cetak .. tp yah .. ga worth-ed sih sekarang di jaman digital .. soalnya bahan cucinya jg mahal kan? .. nice pic though .. (^_^)b

  2. Iman October 6, 2010 at 12:47 pm #

    Cieeee … illaaahh gaya banget, berpose didepan camera diatas kasur baru yang dibeli dengan keringat sendiri!! Bayangin … kalau kasur bisa bercerita apa aja yang tercadi, hahaha! Irene ngak langsung dikenal, rada ragu-ragu menyangkal. Hasilnya bagus, dan yang penting effect- dan seninya terlihat tepat (contrast antara ngantuk & senyum!!). Kepanasan berpose ber-ulang2 dan biaya mencetak film ada pahalanya. Saran; menghemat, makan nasi tawar (putih) dengan garem tiap hari!!! Ciao ..

    • bryanirene October 14, 2010 at 10:26 pm #

      iya dong oom…. bener2 nikmat tidur di kasur ini mengingat suami banting tulang kerja di pelabuhan šŸ˜€
      klo makan nasi putih pake garam melulu ntar darah tinggi dong hehehe….

  3. bryan October 10, 2010 at 2:03 am #

    Gw suka bgt sensasi deg2an nunggu hasil cetaknya yoan. Next project nyobain film bw. Punya kamar gelap sendiri kyknya seru jg. Bs makin ngamuk ni nyonya besar..weww!

  4. -laurent- a.k.a -sari- October 14, 2010 at 5:20 pm #

    sepertinya hidup bahagia lahir-batin di tanah kuntilanak itu… enjoy it!
    happy for both of you… btw, miss you a bunch, ijoli…

    -temen.smp.irene-

    • bryanirene October 14, 2010 at 10:20 pm #

      bahagia? harus dong… ya jalanin hidup apa adanya, ga neko2, itu aja sih prinsipnya.

      i miss you too darling… kapan2 kalo gw ke jakarta lagi, kita ketemuan yaaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: