So What Kalo Orang Kampung?

14 Oct

Kemarin kami pulang ke Pontianak setelah kurang lebih satu minggu di Jakarta. Karena budget terbatas dan tiket promo pesawat yg berangkat dari terminal 2F udah ludes, pilihan jatuh ke Singa Udara.

Setelah cek in dan bayar airport tax, biasanya ada petugas yg scan boarding pass & airport tax sebelum masuk ke boarding gate. Waktu kami antri, ada 2 counter di kanan dan kiri. Antrian di sebelah kiri panjang banget, sementara di kanan kok sepi. Sempat terlintas apa komputernya rusak, tapi ketika kami datangi petugasnya, ternyata bisa scan boarding pass di situ. Saat itu juga gw tegur petugasnya, “Mas, penumpang yg di sebelah kanan itu dikasi tau kalau bisa antri di sini. Kasian kan mereka antri panjang.” Dan tau ngga mas-mas itu jawab apa? Jawabnya “Biarin aja mbak, mereka orang kampung ini.” Whaaaaattt? Sontak gw langsung nyahut “Tapi kan mereka bayar, tauuu…”

Ih, nyebelin banget denger jawaban kayak gitu. So what kalo orang kampung? Walaupun orang kampung bukan berarti bisa diperlakukan seenaknya, orang mereka bayar tiket pesawat & airport tax. Waktu gw cerita sama Bryan, dia bilang mungkin mas-masnya itu ngiri ngga bisa naik pesawat kayak orang2 yg dia sebut kampung itu atau memang ngga punya jiwa melayani karena gajinya kecil. Ya entahlah, tapi kalau mas-mas itu yg jadi penumpang pesawat, gw rasa dia juga ga mau diperlakukan kayak gitu.

Advertisements

2 Responses to “So What Kalo Orang Kampung?”

  1. Yoan October 14, 2010 at 3:29 pm #

    gue stuju sama laki lo .. itu dia ngiri .. ga pernah naik pesawat .. dg gaji pas pasan .. tentunya belun punya “rasa melayani” .. berbahagia lah kalian “orang kampungan” yg bisa travel naik petawat … sementara dia stuck di depan roda berjalan tp ga bisa jalan2 .. wakakakakkakaka …

  2. bryanirene October 18, 2010 at 12:39 am #

    entah kenapa ya, gw selalu milih lain-daripada-yang-lain. seperti cerita Irene, jalur yg kiri padat pengantri. dan gw, mungkin karena males ngantri atau emang bandel, otomatis bergegas ke arah jalur yg kanan. memotong obrolan asyik mas-mas petugasnya yang lagi asyik haha-hihi…, “Mas, di sini bisa, ‘kan?” setelah scan, gw melenggang di depan. dan sayup-sayup mendengar isteri yang ngomelin mas-mas tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: